Jumat, 25 Maret 2011

Manusia dan Penderitaan

Manusia Dan Penderitaan

MANUSIA DAN PENDERITAAN
Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan manusia bertingkat-tingkat, ada yang berat dan ada juga yang ringan. Namun, peranan individu juga menentukan berat-tidaknya Intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan.
Akibat penderitaan yang bermacam-macam. Ada yang mendapat hikmah besar dari suatu penderitaan, ada pula yang menyebabkan kegelapan dalam hidupnya. Oleh karena itu, penderitaan belum tentu tidak bermanfaat. Penderitaan juga dapat ‘menular’ dari seseorang kepada orang lain, apalagi kalau yang ditulari itu masih sanak saudara.
Mengenai penderitaan yang dapat memberikan hikmah, contoh yang gamblang dapat dapat dicatat disini adalah tokoh-tokoh filsafat eksistensialisme. Misalnya Kierkegaard (1813-1855), seorang filsuf Denmark, sebelum menjadi seorang filsuf besar, masa kecilnya penuh penderitaan. Penderitaan yang menimpanya, selain melankoli karena ayahnya yang pernah mengutuk Tuhan dan berbuat dosa melakukan hubungan badan sebelum menikah dengan ibunya, juga kematian delapan orang anggota keluarganya, termaksud ibunya, selama dua tahun berturut-turut. Peristiwa ini menimbulkan penderitaan yang mendalam bagi Soren Kierkegaard, dan ia menafsirkan peristiwa ini sebagai kutukan Tuhan akibat perbuatan ayahnya. Keadaan demikian, sebelum Kierkegaard muncul sebagai filsuf, menyebabkan dia mencari jalan membebaskan diri (kompensasi) dari cengkraman derita dengan jalan mabuk-mabukan. Karena derita yang tak kunjung padam, Kierkegaard mencoba mencari “hubungan” dengan Tuhannya, bersamaan dengan keterbukaan hati ayahnya dari melankoli. Akhirnya ia menemukan dirinya sebagai seorang filsuf eksistensial yang besar.

Kamis, 24 Februari 2011

Manusia dan Cinta Kasih


Cinta adalah rasa sangat suka atau sayang (kepada) ataupun rasa sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih, artinya perasaan sayang atau cinta (kepada) atau sangat menaruh belas kasihan. Dengan demikian cinta kasih dapat diatikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.
Terdapat perbedaan antara cinta dan kasih, cinta lebih mengandung pengertian tentang rasa yang mendalam sedangkan kasih merupakan pengungkapan untuk mengeluarkan rasa, mengarah kepada yang dicintai.  Cinta samasekali bukan nafsu. Perbedaan antara cinta dengan nafsu adalah sebagai berikut:
  1. Cinta bersifat manusiawi
  2. Cinta bersifat rokhaniah sedangkan nafsu bersifat jasmaniah.
  3. Cinta menunjukkan perilaku memberi, sedangkan nafsu cenderung menuntut.
Cinta juga selalu menyatakan unsur  - unsur dasar tertentu yaitu:
  1. Pengasuhan, contohnya cinta seorang ibu kepada anaknya.
  2. Tanggung jawab, adalah tindakan yang benar – benar bedasarkan atas suka rela.
  3. Perhatian, merupakan suatu perbuatan yang bertujuan untuk mengembangkan pribadi orang lain, agar mau membuka dirinya.
  4. Pengenalan, merupakan keinginan untuk mengetahui rahasia manusia.
Manusia memang tidak dapat hidup tanpa cinta dan kasih, bagi mereka cinta dan kasih merupakan alas an mereka untuk hidup, contohnya seorang anak hidup karena ia ingin membahagiakan orang tuanya, sebaliknya kedua orang tua hidup karena ingin membawa anak-anaknya sukses.
 Memang manusia dan cinta sulit untuk dilepaskan karena mereka sangat membutuhkan cinta, karena itu pula mereka hidup..

Manusia dan Budaya


Manusia dapat diartikan berbeda-beda menurut biologis, rohani, dan istilah kebudayaan, atau secara campuran. Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo sapiens (Bahasa Latin untuk manusia), sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi. Dalam hal kerohanian, mereka dijelaskan menggunakan konsep jiwa yang bervariasi di mana, dalam agama, dimengerti dalam hubungannya dengan kekuatan ketuhanan atau makhluk hidup; dalam mitos, mereka juga seringkali dibandingkan dengan ras lain. Dalam antropologi kebudayaan, mereka dijelaskan berdasarkan penggunaan bahasanya, organisasi mereka dalam masyarakat majemuk serta perkembangan teknologinya, dan terutama berdasarkan kemampuannya untuk membentuk kelompok dan lembaga untuk dukungan satu sama lain serta pertolongan.

Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.

Manusia dan budaya sangat rekat hubungannya, satu sama lain sangat mempengaruhi. Contohnya perkembangan manusia sangat dipengaruhi dengan kebudayaan di sekitarnya, baik itu bahasa, kebiasaan, seni dan lainnya sangat mempengaruhi kehidupan dan perkembangan dari manusia tersebut. Begitu pula budaya, manusia lah yang membuat budaya di sekitarnya,seni yang mereka buat, bahasa yang terbentuk sehari-hari adalah salah satu contoh komponen pembentuk dari budaya.

Jadi manusia dan budaya tidak dapat terlepas satu sama lain karena manusia yang membuat budaya tersebut dan budaya pula yang mempengaruhi mereka dalam menjalani hidup.

Jumat, 26 November 2010

Kewarganegaraan dan Peran Warga Negara

Warga negara merupakan terjemahan kata citizens (bahasa Inggris) yang mempunyai arti warga negara, petunjuk dari sebuah kota, sesama warga negara , sesama penduduk, orang setanah air.,bawahan atau kaula. Warga mengandung arti peserta, anggota atau warga dari suatu organisasi atau perkumpulan. Dapat disimpulkan warga negara artinya warga atau anggota dari organisasi yg bernama negara.
Setiap warga negara memiliki kewarganegaraan atau keanggotaan yang menunjukkan hubungan atau ikatan antara negara dengan warga negara. Seorang yang mempunyai kewarganegaraan wajib tunduk kepada negaranya, sementara negara lain tidak mempunyai kewenangan kepada yang bukan warga negaranya. Kewarganegaraan seseorang dapat didapat dengan berbagai cara, yaitu berdasarkan kelahiran ataupun perkawinan. Jika seseorang lahir di wilayah suatu negara, maka orang tersebut berhak mendapatkan kewarganegaraan dari negara tsb. Jika seseorang melakukan perkawinan dengan warga negara lain, ia berhak mendapatkan kewarganegaraan dari negara pasangannya. Namun, di dalam suatu negara mereka memilki peraturannya masing-masing dalam hal perolehan kewarganegaraan sesorang.

Warga negara memiliki peran aktif dan pasif dalam negaranya. Peran aktif merupakan aktifitas warga negara untuk ambil bagian dalam kegiatan kenegaraan. Dalam hal ini warga negara berhak menjadi pelaksana dalam negara tersebut yaitu ikut serta dalam pemerintahan. Warga negara juga berhak dalam pengambilan keputusan public. Peran pasifnnya adalah dalam hal menaati hukum yang berlaku dalam negaranya. Warga negara wajib menaati huku-hukum yang berlaku dalam negaranya baik itu peraturan negara ataupun daerah. Jika melanggar hukum yang ada dalam negaranya, negara berhak memberi sanksi kepada warganya baik itu sanksi materil ataupun kurungan.

Kita sebagai warga Indonesia sudah seharusnya ikut serta dalam pelaksanaan negara ini. Dengan mengikuti hukum-hukum yang ada,membayar pajak dan ikut dalam pengambilan suara, otmatis kita sudah menjadi warga negara Indonesia yang baik sehingga kita ikut menyumbang kemajuan dalam negara kita ini, bukan begitu?

Jumat, 29 Oktober 2010

Pemuda dan Identitas


Pemuda adalah fase dimana manusia berkembang menjadi dewasa. Dewasa di sini dalam segi pemikiran, tingkah laku dan sifat. Untuk mencapai kedewasaan, mereka biasanya melalui banyak hal yang dapat merubah sifat dan identitas mereka.

Lingkungan sangat mempengaruhi perkembangan seorang pemuda untuk mencapai kedewasaan, jika mereka hidup di lingkungan orang-orang yang suka minum minuman keras maka dewasa mereka akan menjadi pemabuk. Namun jika mereka hidup dalam lingkungan orang-orang yang sholeh maka dewasa mereka akan menjadi orang yang sholeh juga.  Dalam hal ini mereka melakukan copying atau meniru sifat-sifat orang yang ada di sekitar mereka.

Selain lingkungan, pendidikan juga sangat berpengaruh dalam pencarian identitas. Dengan pendidikan moral dan akhlak yang baik, mereka dapat memilih mana yang baik dan buruk. Yang baik akan mereka serap dan menjadi bagian dari identitas mereka sementara yang buruk akan mereka singkirkan. Sebaliknya, jika seorang pemuda tidak mendapatkan pendidikan yang baik maka mereka akan dengan mudah menyerap hal-hal yang buruk sebagai identitas mereka tanpa dapat memiliah-milah terlebih dahulu.

Untuk itu sebagai pemuda marilah kita pintar-pintar memilah mana yang baik dan buruk, berteman dengan siapa saja asal tidak mudah terpengaruh dengan hal-hal yang buruk. Jika kita dapat melakukan itu maka  ke depannya kita akan menjadi pribadi yang memiliki identitas yang baik dan berguna bagi masyarakat di sekitar kita.

Jumat, 22 Oktober 2010

Fungsi Keluarga

Keluarga merupakan lingkungan pertama yang dikenal seseorang ketika lahir. Keluarga sangat berpengaruh dalam membentuk karakter dalam diri seseorang. Bagaimana orang itu hidup, besosialisasi, menyelesaikan masalah, dan semua hal lain yang berkaitan langsung dengan kehidupannya adalah karena faktor keluarga. Banyak orang yang sukses dalam hidupnya adalah karena pendidikkan dalam keluarganya yang selalu mengajarkan cara-cara yang baik dan benar dalam menjalani hidup. Namun banyak pula yang hidupnya hancur dan berantakan juga karena pendidikan dalam keluarganya yang mengajarkan cara-cara yang tidak sesuai dengan nilai dan norma dalam masyarakat.

Fungsi keluarga dalam masyarakat menempati posisi teratas dibanding media sosial lainnya. Jika sistem yang diterapkan cocok dengan kepribadian anak maka dapat dipastikan anak itu akan diterima baik dalam masyarakat dan akhirnya membawa kebanggaan untuk keluarganya.

Untuk itu marilah kita sebagai komponen dari suatu keluarga menjalankan tugasnya dengan baik dan sesuai dengan apa yang diterapkan dalam keluarga kita agar fungsi dari keluarga itu sendiri dapat dijalankan dengan baik dan tercapai tujuan yang baik pula.

Kamis, 14 Oktober 2010

Pengaruh Budaya Barat terhadap Masyarakat

Sudah sekian lama Indonesia merdeka, Indonesia telah berkembang pesat membentuk pribadi bangsa sendiri. Tentunya perkembangan tersebut telah dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya pengaruh budaya-budaya barat yang masuk pada masyarakat Indonesia.

Budaya barat dapat masuk ke Indonesia dengan berbagai cara, seiring dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat, budaya barat meresap dalam masyarakat dan mempengaruhi budaya bangsa. Lama-kelamaan kehadiran budaya barat seakan mendominasi dan selalu menjadi trend centre bagi masyarakat. Budaya barat dianggap ciri khas keMODERNan, padahal belum tentu sesuai dengan kebutuhan dan situasi masyarakat di sini. Budaya barat yang tidak sesuai sebenarnya tidak perlu diserap oleh masyarakat, namun karena budaya barat dianggap MODERN, masyarakat tetap menyerapnya sehingga menimbulkan efek negatif kepada budaya kita.

Efek negatifnya sangat terasa pada remaja-remaja saat ini. Dengan kenakalan remaja saat ini yang berkiblat pada budaya barat rasa-rasanya telah menurunkan nilai moral pada masyarakat kita. Nilai-nilai tradisional pun seakan tenggelam dengan ciri khas kemodernan barat.

Untuk itu marilah mengatasi efek-efek negatif dari budaya barat tersebut. Dibutuhkan dukungan pemerintah, tokoh masyarakat dan tentunya masyarakat itu sendiri untuk mengontrol nilai-nilai yang boleh masuk atau tidak kepada budaya kita agar budaya kita tetap berada pada nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.